on Minggu, 29 Januari 2012
Blog Dunia Axis
Semenjak Internet pertama kali diintrodusir secara global pada abad  ke-20 akhir, hingga menjelang abad ke-21 dasawarsa pertama, internet seolah mengalami pergolakan teknis yang mencapai puncaknya. Semenjak Tim Banners Lee, memperkenalkan domain www (world wide web) sebagai sarana mengunjungi sebuah situs yang berisi informasi, tak ayal perkembangan tersebut meluas hingga ke penjuru dunia. Masyarakat, yang tidak tahu apa-apa mengenai sebuah hal dapat menjadi tahu dengan hanya mengklik www(dot)namasitus(dot)com pada URL software penyedia akses internet.
Bahkan, keberadaan sebuah situs peneydia informasi menjadi efisien dengan ketersediaan mesin pencari (Search Engine) seperti Google, Yahoo dsb. Masyarakat, semakin mudah dalam menggapai suatu informasi secara aktual, cepat tak menyoal dari belahan dunia manapun. Perkembangan internet jelas memengaruhi kultur dunia, informasi tak harus disebarkan melalui jaringan konvensional dengan mengirim data/paket dalam bentuk fisik. Melalui surel (Electronic Mail) setiap orang dapat berinteraksi secara bebas tanpa perlu membuang-buang uang untuk mengirimkan data/paket tersebut kepada orang yang dituju, serta dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja.
Bahkan, bagi masyarakat yang sulit untuk mendapatkan aksesifitas internet lantaran dirumah tak memiliki jaringan broadband internet yang terhubung melalui telepon ataupun wi-fi, di Indonesia kini hal tersebut bukan lagi menjadi persoalan. Bisa anda perhatikan, disetiap sudut komplek perumahan, pusat keramaian, terdapat satu jenis warung internet penyedia layanan internet. Warung internet (Warnet) di Indonesia kini bahkan menjadi lahan bisnis yang cukup menjanjikan lantaran tingginya permintaan masyarakat akan ketersediaan layanan informasi melalui internet serta pola kerja elektronik yang hingga kini terus digalakkan. Sebagaimana “e” dalam beberapa objek kerja (e-bussines, e-learning, e-government), sangat membantu peranan masyarakat dalam mewujudkan basis masyarakat sadar internet dan berintelektualitas tinggi.
Disamping PC (Personal Computer) yang dulu menjadi primadona dalam mengakses internet, dunia kini seolah menjadi mini dengan saduran layanan broadband futuristic yang dapat diperoleh melalui ponsel. Banyak vendor-vendor ponsel papan atas dunia bahkan ‘mengandalkan’ fitur layanan internet dengan fasilitas GPRS, Edge, 3G ataupun HSDPA berkecepatan tinggi dalam memasarkan produknya. Hal tersebut semakin kompleks dengan banyaknya vendor-vendor ponsel lokal yang memasarkan produk dengan harga ‘Indonesia’ melalui dukungan fitur canggih sekelas vendor ponsel papan atas dunia.
                Internet bahkan menyeka paradigma masyarakat akan persoalan akses informasi layanan yang bebas tanpa batas. Tentu sangat beralasan bagi orang tua untuk khawatir dengan progresifitas perkembangan internet yang begitu ekstrim dengan segala inovasi yang muncul setiap harinya. Namun, semua itu dapat diatasi bila orangtua responsif dan memahami alur berpikir anak yang tengah labil. Orangtua harus proaktif dalam memainkan peran sebagaimana layaknya orangtua. Orangtua jangan gaptek (gagap teknologi) dengan rentetan arus informasi yang terbuka lebar, termasuk situs-situs penyedia layanan tak pantas untuk anak-anak. Orangtua justeru harus lebih pintar dari anak. Memang, anak punya cara sendiri untuk mengelabui orangtua. Namun, semua itu bisa direstriksi dengan edukasi moral yang diberika orangtua kepada sang anak.
                Tren-nya kini, masyarakat tengah didera arus jejaring sosial sebagai wahana yang tersedia dalam taman hiburan internet. Marc Zuckerberg boleh jadi orang yang patut untuk dipersalahkan atas gagasannya mendirikan Facebook.inc. hampir setiap remaja didunia ini memiliki akun Facebook sebagai sarana saling sapa interkoneksi antar bangsa. Melalui Facebook bumi yang besar itupun dibuat sangat kecil dengan segala atribut yang mengatribusikannya. Hanya dengan melakukan registrasi secara gratis tanpa melakukan pembayaran, setiap orang bahkan dapat ‘menyentuh’ dunia yang selama ini dianggapnya sebagai dunia yang hilang. Tak ayal, pengalaman pribadi penulis bahkan menyeka segala gunjingan masyarakat akan eksistensi Facebook yang banyak meminta tumbal tersebut.
                Namun, semua itu kembali kepada individu (user) yang menggunakan internet dan jejaring sosial itu sendiri.  manfaat besar internet dengan optimalisasi yang postif jelas sangat membantu efektifitas waktu yang kita luangkan untuk berselancar di dunia maya. betapa, arus informasi yang begitu terbuka lebar dapat kita jadikan sebagai sarana menambah wawasan kita yang terbatas. Kultur dan tren masyarakat yang pro-internet saat ini membuat banyak orang ketergantungan menyalurkan data/informasi ke situs-situs yang dapat diraih dengan fasilitas internet. dunia yang hilang itu pun seolah kita temukan. Siapa yang bisa mengelak, betapa situs di internet banyak diisi oleh hal-hal yang jarang banyak orang ketahui. Sebut saja komunitas GLBTI, pergerakan marxisme, jaringan leninisme, atau bahkan gerakan-gerakan separatis dan pengancama stabilitas dunia seperti Al-Qaeda dsb dapat ditemukan melalui internet. hal-hal diatas memang banyak orang anggap sebagai sesuatu yang hilang, namun internet memperantarai kita untuk menemukan dunia yang hilang, termarjinalkan itu untuk dapat menjadi bahagian bagi kita kalangan masyarakat dunia.
                Kita harus menyadari dan mengakui bahwa hal-hal tersebut memang ada. Cobalah berpikir, kira-kira apa hal-hal yang kita anggap irasional dan tidak lazim kita temui atau rasakan dalam lingkungan sekitar kita tetapi hal tersebut justru eksis di dunia maya ? jawabannya, banyak. Contoh kecil diatas adalah gambaran kecil mozaik dunia yang hilang yang dapat kita ketemukan melalui internet. maka, berusahalah mengatasi tragedi “The Lost World” melalui aktif berselancar di dunia. Siapa yang tahu apabila sebelumnya gerakan ‘Koin Untuk Prita’ bisa selebar khatulistiwa bila tidak menggunakan internet. lantas, siapa yang sadar bila gerakan melati revolusi Mesir justru berawal dari internet ? semua itu adalah tragedy “The Lost World” yang harus kita atasi agar kita tidak menjadi penghuni ‘The Lost World” itu sendiri. Jangan sampai kita menjadi kucil dengan sekatan yang terbuka lebar bagi dunia beserta isinya.    

on Jumat, 27 Januari 2012
LIPI
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bekerja sama dengan AJB Bumiputera 1912 akan menyelenggarakan Pemilihan Peneliti Remaja Indonesia (PPRI) Ke-11 Tahun 2012. PPRI merupakan ajang kompetisi ilmiah bagi mahasiswa perguruan tinggi di Indonesia jenjang S1 dengan usia maksimal 24 tahun yang memiliki ketertarikan di bidang penelitian.
Persyaratan
  1. Karya tulis dan karya cipta harus dari hasil penelitian peserta dan belum pernah diikutsertakan dalam lomba ilmiah tingkat nasional lainnya.
  2. Peserta adalah mahasiswa S1 perorangan atau kelompok (maksimal beranggotakan tiga orang) dengan usia tidak lebih dari 24 tahun terhitung pada tanggal 30 September 2012 dan belum pernah menjadi pemenang PPRI dalam kurun waktu dua tahun terakhir.
  3. Melampirkan surat rekomendasi dari Kepala Jurusan / Dekan / Rektor.
  4. Melampirkan daftar riwayat hidup lengkap yang diketahui oleh orang tua / wali dengan mencantumkan alamat dan no. telepon / HP yang mudah dihubungi dan faksimili (bila ada).
  5. Karya tulis diketik dengan jarak 1½ spasi menggunakan font Arial ukuran 11.
  6. Peserta mengunggah berkas karya ilmiah penelitian melalui situs http://kompetisi.lipi.go.id/ppri11 dengan terlebih dahulu melakukan registrasi. Berkas karya tulis ilmiah diterima paling lambat 25 Agustus 2012. Apabila tidak dapat mengunggah berkas karya ilmiah melalui situs tersebut, peserta dapat mengirimkan melalui pos sebanyak 4 eksemplar (1 asli dan 3 fotokopi) ke alamat panitia PPRI.
  7. Pengumuman finalis PPRI 2012 akan dimuat pada situs LIPI http://www.lipi.go.id/. Finalis yang terpilih akan diundang ke Jakarta untuk melakukan presentasi. Bagi finalis kelompok, yang diundang hanya seorang peneliti utama. Apabila peneliti utama berhalangan hadir, dapat diwakilkan oleh anggota lain atas persetujuan kelompoknya.
Bidang Lomba
  • Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan (IPSK)
  • Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
  • Ilmu Pengetahuan Teknik (IPT)

Registration

YIFoS membuka kesempatan untuk para pemuda untuk menjadi salah satu agen pembaharu muda di lingkungan sekitarnya dengan menjadi peserta dalam Young Queer Faith and Sexuality Camp
Kriteria
  1. Warga negara Republik Indonesia
  2. Usia 18 – 25 tahun
  3. Memiliki inisiatif untuk membangun perdamaian di kalangan anak muda
  4. Memiliki komitmen untuk melakukan dialog antar identitas, khususnya terkait iman dan seksualitas, untuk perubahan sosial di lingkungan sekitarnya
 Syarat Pendaftaran
  1. Isi dan lengkapi form pendaftaran
  2. Kirim foto terbarumu. Format foto dan tipe file foto bebas, ukuran maksimum 1 MB.
  3. Kirim resume ataupun curriculum vitaemu
Waktu Pendaftaran
Pendaftaran dibuka dari tanggal 19 Januari 2012 dan ditutup pada 17 Maret 2012
 Pengiriman Formulir Pendaftaran, Foto dan Resume
Formulir pendaftaran, foto dan resume  dikirimkan melalui email ke : yifos.indonesia@gmail.com dengan subjek : YQFS Camp 2012 (Nama Kamu) (Asal Daerah).
Formulir pendaftaran dapat diunduh di Form Pendaftaran Young Queer Faith and Sexuality Camp 10-14 April 2012
Pengumuman Peserta
Peserta yang diterima akan diumumkan pada 24 Maret 2012 melalui blog yqfscamp.wordpress.com dan dikonfirmasi melalui telepon oleh panitia.
on Selasa, 24 Januari 2012
Tidak ada sekolah yang mau menerimanya sebagai siswa di sekolah dasar. Tidak ada teman yang menemani hari-hari bocah yang hinggap dalam kesendirian. Dimas, bocah lugu berusia 7 tahun hingga kini harus rela terparkir dalam belenggu kesedihan yang mendera hidupnya. Lahir sudah dengan keadaan yang sakit. Dimas kecil harus tegar menghadapi cobaan hidup yang menghimpit keluarganya. Apa daya, ketiadaan uang untuk berobat Dimas hingga kini pun masih bergelayut dalam pikiran kedua orang tuanya.
Terang saja, ibunya yang bekerja serampangan itu tak menjamin kelayakan kesehatan bagi Dimas. Hal itu justeru diperkuat dengan kondisi sang Ayah yang hanya sebagai seorang penjaga warnet. Kendati demikian, semangat hidup akan masa depan Dimas masih tertata rapi dalam bingkai dunia. Dimas punya secerca harapan untuk terus maju. Meskipun itu sulit. 

Bertinggal di kediaman elit di Komplek BSI didaerah Macan Lindungan. Dimas (7 Tahun) harus tabah menerima pil pahit takdir hidupnya dengan kondisi cacat. Tumor ganas yang menghinggapi wajahnya semenjak ia lahir (2005) hingga kini membesar tanpa ada indikasi medis lanjutan dari pihak terkait. Tetangga di wilayah BSI pun seolah bungkam. Belum pasti, apakah warga yang tinggal diwilayah tersebut memang tidak mengetahui keberadaan Dimas, atau bahkan tidak tahu menahu urusan yang tengah didera sebagian kecil tetangganya. Hidupnya terkucilkan, propaganda dunia mengkerdilkan dirinya hingga tak bisa berbuat apa-apa.

Tak pelak, hal inilah yang mendorong sebagian mahasiswa untuk turut membantu Dimas dan keluarganya keluar dari kejamnya dunia yang meratapi jiwa manusia. Seiring harapan yang semakin menyeruak atas kesembuhan Dimas. Beberapa mahasiswa sempat mengkonsultasikannya ke dokter spesialis bedah. betapa terkejutnya, ketika dr.Roni SpSB menyebutkan dana yang mesti digelontorkan untuk operasi Dimas bisa mencapai Rp 100 Juta. Tentu nominal fantastis, yang mesti dirogoh dari kantong mahasiswa. akan tetapi hal tersebut tak menenggelamkan keinginan kami untuk membantu kesehatan Dimas. berbagai upaya ditempuh demi mengumpulkan dana dan Dimas segera diselematkan. Kondisi wajah Dimas yang nyaris seluruh wajahnya digelayuti tumor ganas menjadi penting untuk segera diselamatkan.

Mata kirinya nyaris tidak dapat melihat lagi lantaran ditutupi tumor tersebut. untuk makan atau minumpun, Dimas mesti melalui jalur kiri bibir kecilnya yang memang sudah cukup sulit untuk dibuka secara normal. sadar akan kondisi ini, kami pun menyegerakan publikasi yang meluas kepada masyarakat. Publikasi menggunakan jejaring sosial pun dilakukan. upaya menghubungi media lokal dan pemerintahan pun digalakkan. tak ayal, menampung segala dukungan pengguna jalan siap digulirkan demi mengumpulkan donasi bagi keselamatan Dimas. Mudah-mudahan, segala bentuk dukungan pihak terkait atas kondisi ini dapat menyemai nurani kita untuk sesegera mungkin membantu sesama.


Bantuan dari saudara-saudara sekalian bisa disalurkan melalui rekening BNI 0235051334 Atas nama Muh. Zainul Arifin, atau kontak kami di nomor telepon 085769159045 a.n Rendi Hariwijaya besar harapan kami teman-teman, dan saudara sekalian mau membantu kesembuhan anak ini.
on Rabu, 18 Januari 2012


Proses memilih kandidat presiden AS merupakan proses yang panjang dan rumit. Dari kubu Partai Demokrat, Presiden Barack Obama akan menjadi satu-satunya kandidat, sementara Partai Republik saat ini sedang menjalani proses untuk memilih kandidat mereka yang akan berhadapan dengan Presiden Obama pada pemilihan presiden nanti.
Bursa bakal calon presiden dari Partai Republik dimulai dengan sembilan kandidat, yang masing-masing mengalami pasang surut popularitas. Saat ini ada enam kandidat yang masih mengincar nominasi dari partai ini.
Proses resmi pemilihan pendahuluan dimulai dengan kaukus Iowa pada tanggal 3 Januari, yang diikuti dengan pemilihan pendahulan di New Hampshire, 10 Januari.
Pemilihan pendahuluan akan terus berlangsung hingga salah seorang kandidat menerima dukungan cukup banyak delegasi untuk dijadikan sebagai nominasi partai atau hingga partai berkumpul dalam konvensi pada akhir musim panas tahun ini. Warga Amerika yang terdaftar untuk memilih akan menyalurkan suara mereka di TPS-TPS pada tanggal 6 November.

Tahun 2012 ini boleh jadi bakal menjadi tahun yang paling menegangkan bagi rakyat Amerika. betapa tidak, tahun ini AS akan kembali melaksanakan proses pemilihan umum dalam rangka memilih insan dalam memimpin Amerika kedepan. Bagi rakyat AS, era kepemimpinan sangat ditentukan dengan prestasi yang dilakukan oleh Presiden dalam memimpin negara Adikuasa selama 4 tahun. pertarungan politik di Amerika kerap menjadi bahan pergunjingan negara-negara dunia. Tak ayal, kendati masih belum begitu kentara aroma Politik yang diperagakan akan tetapi pewartaan mengenai Pemilu di AS santer terdengar, bahkan sampai kepada pemirsa di negara-negara dunia ketiga. isu sentral yang tengah dihadapi negara dunia ketiga semacam Indonesia tentu adalah sosok Obama yang memenangkan proses pemilihan 4 tahun silam. tak pelak, konvergensi historis dengan nama 'Indonesia' membuat media-media lokal gencar memublikasikan kharisma Obama menuju AS 1. entah sebuah kebetulan atau tidak, dukungan moril yang disampaikan masyarakat Indonesia menjadi semacam jimat bagi Obama hingga memenangkan proses pemilihan umum di AS.

Itu tadi 4 tahun silam, lantas bagaimana di tahun 2012 ? mengawali tahun 2012 ini isu yang merebak sangat kentara terdengar. terutama terkait dengan lawan politik Obama menuju AS 1 Jilid 2 (?). keberhasilan Obama menjadi rakyat Afro-Amerika pertama yang berhasil menduduki kursi nomor satu di White House secara implisit mengangkat moril kaum Afro-Amerika yang selama ini hidup dibawah pressure masyarakat kulit putih semakin meningkat. selain itu, dukungan tak hanya sebatas DPT yang terdaftar dalam Pemilu. dukungan moril rakyat Indonesia dan Afrika yang memiliki konvergensi sejarah dengan Obama datang silih berganti.

Nama Indonesia bahkan menjadi wacana tersendiri dalam pembahasan agenda politik di negeri Paman Sam tersebut. untuk kali pertama, nama Indonesia diperbincangkan di White House. Obama yang berasal dari Partai Demokrat itupun seraya langsung mengafirmasi dukungan yang datang silih berganti kepadanya dengan 'rajin' mengunjungi Indonesia. kendati, awal periode kepemimpinannya dimulai Obama sempat membatalkan agenda kunjungan kenegaraannya ke Indonesia sempat batal. menjelang akhir tahun 2011 lalu, Obama bahkan sempat mengunjungi Indonesia di KTT Asean di Bali beberapa bulan silam.

Lantas, menarik membahas mengenai peluang Obama menjadi presiden kulit hitam pertama yang memimpin AS selama dua periode kepemimpinan. bila tahun 2008 lalu, Obama bertarung dengan McCain lewat sejumlah promosi politiknya yang humanis tersebut berhasil menguggah sejumlah rakyat AS untuk memilih dan memercayakan kepada dirinya sebagai Top of The Top Leader di negara Adikuasa tersebut. 

Bila melihat secara historis kinerja Obama selama menjabat sebagai Presiden, sedikit banyak AS mengalami sedikit stagnasi atau bahkan degradasi. krisis perumahan rakyat yang melanda AS pada 2009 silam sempat mengguncangkan dunia lantaran sejumlah perusahaan korporasi terbesar dunia seperti Lehman Brother gulung tikar. tentu ini menjadi perhatian serius bagi rakyat AS dalam memilih kembali Obama sebagai Presiden. selain itu, satu janji Obama untuk menghentikan pengiriman pasukan marinir ke Timur Tengah hingga kini bak angin lalu. AS kian gencar mengirimkan pasukannya ke Timur Tengah. yang paling gres tentu intervensi NATO (North Atlantic Threaty Organization) pada persoalan dalam negeri Libya hingga menewaskan Moammar Khadaffi. ekspansi AS dibidang militer mengalami kemajuan pesat dengan semakin kuatnya basis kemiliteran AS di Timur Tengah. Irak, Palestina, Libya, Mesir menjadi contoh nyata intervensi secara mayanita AS di era Obama. padahal, pada saat proses kampanye dirinya begitu vokal menyuarakan gerakan-gerakan humanis yang sensitif hingga mampu menggugah rakyat AS. tak menyoal sebenarnya intervensi AS dalam mendorong kesetaraan dan keadilan di bumi ini. namun, bila kondisi tersebut justru dinilai semakin memperkeruh suasana. lantas, siapa yang akan menjaga si tukang jaga ?

Pola-pola pemerintahan Obama tersebut bahkan mengalami kontraksi dengan rakyatnya sendiri. baru-baru ini sejumlah aktifis HAM di AS melakukan demonstrasi mendukung penutupan penjara Guantanamo. kendati, pada saat pemilhan Obama begitu humanis dengan menyuarakan gerakan Humanis termasuk menutup penjara Guantanamo yang dituding telah banyak melakukan pelanggaran HAM di AS tak mengalami perubahan. penjara yang kerap menjadi rumah bagi teroris dan penjahat kelas kakap tersebut dianggap telah mencedari hak asasi setiap manusia yang paling asasi. terutama hak atas badan, nyawa, hidup dll.

Menanggapi sejumlah kompleksitas permasalahan yang mendera Amerika ada semacam tren yang sengaja dibuat Obama untuk mempertahankan basis elektifitas pendukungnya. ketiadaan preseden yang berkualitas bagi AS semasa era Obama sengaja didesain untuk mendapatkan dukungan kuat dari negara-negara sahabat agar tetap menjalin komunikasi dengan AS. terkhusus, Timur Tengah. pengamanan lewat jalan militerisasi (koloni) yang divisikan sebagai cara mendekatkan AS dengan negara Timteng menjadi perhatian serius sejumlah negara sekuler di wilayah Timteng. lihat saja, hingga kini hanya Iran yang tidak menjadi boneka pasar AS ala Obama. Obama cerdas dengan mengangkat isu-isu sentral internasional ketimbang memperhatikan isu urgensi domestik. Obama sengaja mendekatkan polemik nuklir iran dan demokratisasi di negara-negara Arab sebagai first gun Obama dalam menjinakkan negara-negara petro dollar. keuntungan yang didapat AS tentu bukanlah keuntungan elektoral. dengan AS memberikan semacam wacana dahsyat terkait nuklir Iran yang dikatakan dapat mengancam stabilitas dunia membuat pemimpin Arab penyamun kontemporer itu berkata "What Should I do?". pilihan jelas kepada AS, mereka memberikan pengamanan dan they will get cash. 
on Senin, 16 Januari 2012

Kediaman pribadi kepala satuan pengamanan (Satpam) Unsri Kampus Indralaya itu ludes dilalap si jago merah. Tak tanggung-tanggung, api yang merembet bahkan sempat membuat karyawan sekitar Unsri panik. Terang saja, lokasi kebakaran hanya berjarak belasan meter dari Gedung Rektorat dan Dekanat FH Unsri.
MediaSriwijaya-Indralaya,

Kejadian bermula ketika kobaran api melalap seluruh isi rumah yang pada saat kejadian pemilik rumah tak berada di tempat. Gubuk kecil berukuran 3x7 Meter itu lenyap tak bersisa hingga kobaran api memberangus seisi rumah. Kejadian yang sempat menghebohkan warga Unsri pada Senin, (16/1) pukul 09.00 WIB itu menyisakan tanda tanya. Apa penyebab si jago merah mampir ke lingkungan Unsri.

Dua unit mobil kebakaran bahkan diterjunkan untuk menjinakkan kobaran si jago merah agar tidak menjalar kemana-mana. Akan tetapi, kedatakan awak pemadam kebakaran seharusnya dapat lebih dini dalam melahap kobaran api sebelum membakar seisi rumah. Api terlebih dahulu memberangus seisi rumah jauh sebelum awak pemadam kebakaran tiba. Tak pelak, hal ini dikeluhkan sejumlah warga yang menjadi saksi mata di lokasi kejadian. Awak pemadam kebakaran tiba tatkala rumah telah menjadi reruntuhan kayu. 

Hingga berita ini diturunkan, rektorat belum mengambil sikap atas kejadian yang menimpa salah seorang pegawai di lingkungan Unsri. Unsri jelas harus memberikan semacam kompensasi lantaran UU No 13 Tahun 2003 tentang Ketenaga Kerjaan mengatur mengenai jaminan sosial yang diberikan kepada pegawai. Terlebih pegawai tersebut berada dalam lingkungan institusi pendidikan yang tahu betul bagaimana memberikan service  kepada pegawainya.

on Minggu, 15 Januari 2012

Logo Deteksi Basketball League
Sumatera Selatan kembali kebagian jatah menggelar perhelatan kompetisi bola basket pelajar tingkat nasional. pasca digulirkan beberapa tahun lalu, Deteksi Basketball League gaungnya begitu menggema dan memiliki daya magnet tersendiri bagi peminatnya. tak ayal, perhelatan akbar di partai pembuka yang menandai digelarnya aroma kompetisi basket pelajar di Sumsel merebak dan bahkan membuat bulu kuduk Gubernur Sumsel, Ir Alex Noerdin yang sempat hadir dalam acara tersebut merinding. animo yang begitu besar ditambah dengan manajemen turnamen yang bersegmentasi remaja membuat DBL menjadi magnet peminat yang bahkan tak menyukai basket itu sendiri.

Melirik pelajar SMA, komisioner DBL jelas tahu bahwa pangsa pasar remaja begitu potensial. DBL kini tak lagi hanya sekedar kejuaraan olahraga tapi jauh lebih itu kompetisi ini menjadi lahan bisnis yang melimpah ruah. tak pelak, banyak sponsor ternama yang mensponsori turnamen yang dihelat hampir di 22 Provinsi tersebut. banyak yang menyangkakan bahwa hegemoni DBL terus berlanjut diatas seniornya NBL yang pada saat yang sama tengah menggulirkan kompetisi regulernya di Solo. 

Tak terbatas pada persoalan kejuaraan temporer dan urusan finansial. DBL bahkan jauh-jauh hari mempersiapkan dengan matang konsep pengembangan pebasket muda yang tergolong amatir menuju era profesionalitas. DBL Camp yang dipusatkan di Surabaya merupakan langkah konkrit CEO DBL, Azrul Ananda dalam membawa nama basket Indonesia menuju pentas internasional. bak gayung bersambut, pujian silih berganti atas konsep yang digagas Indonesia dalam mendidik pebasket mudanya. 

Pebasket yang ditempatkan di DBL Camp di Surabaya merupakan pebasket muda pilihan dari setiap series yang diselenggarakan. mereka ditempa dan dilatih oleh pelatih dengan sertifikat internasional serta mendapatkan atmosfer latihan tim-tim dunia. tak jarang, uji coba kelas internasional sebagai program pertukaran edukasi basket manca negara pun dilakukan. Australia dan Amerika Serikat menjadi sasaran favorit DBL dalam memberikan reward kepada pebasket muda Indonesia yang potensial untuk dapat berkembang jauh lebih pesat. 

Untuk memanjakan penggemar, komisioner DBL tahu betul dalam rangka memanjakan penggemarnya. pelajar-pelajar SMA sengaja dilirik dikarenakan patriotisme almamater yang begitu kuat terpatri dalam jiwa pelajar. kendati permainan yang ditampilkan pebasket pelajar yang ikut serta dalam kompetisi DBL ini terbilang belum begitu mumpuni akan tetapi daya magis melihat bintang-bintang sekolah dan berkibarnya nama sekolah mereka usung. DBL memberikan apresiasi terhadap patriotisme pelajar atas sekolah mereka yang tak kenal lelah menabuh drum, meneriakkan suara, melambaikan tangan sebagai ungkapan dukungan fantastis demi sekolah tercinta. 

tinggal bagaimana, DBL menyiapkan masterplan untuk 5-10 tahun kedepan dalam membina pebasket muda potensial yang dimiliki Indonesia agar dapat membela negara dipentas dunia. kendati, Perbasi masih belum begitu santer terdengar program pembibitan dan pembinaan yang dilakukan secara intensif. dengan adanya DBL, setidaknya denyut kehidupan pebasket sebagai wadah menyalurkan bakat dan kreatifitasnya dalam mengolah bola basket terus berdetak kencang. kompetisi ini bahkan tak hanya dilakukan semenjana. kompetisi bahkan dilakukan secara periodik setahun sekali, sama halnya dengan kompetisi reguler lainnya seperti NBA, NBL atau PBA dsb. 

Spot Pelaksanaan DBL di Seluruh Indonesia
Siapa tahu jebolan DBL yang digembleng secara intensif akan berimplikasi pada semakin meningkatnya intensitas pemuda dalam melirik olahraga yang populer di AS ini menjadi bertambah. selain itu, pengelolaan kompetisi secara profesional mesti digalakkan agar nantinya tak benasib naas seperti cabang olaharaga tetangga yang semakin memrihatinkan. tak ayal, tersiar kabar bahwa kompetisi sepakbola Indonesia berada pada titik nadir yang memilukan. agar tidak jatuh pada lubang yang sama, DBL harus bersinergi menatap profesionalitas kerja kompetisi sekelas NBA atau NBL Austalia bila ingin mendapatkan tempat di hati masyarakat. lihat bagaimana, klub-klub NBA mendapatkan pasokan dana yang melimpah dari sponsor. publikasi media yang intensif membuat pebasket merasa semakin dihargai atas jasanya dalam membela klub atau bahkan negara. sepakbola memang olahraga favorit seantero jagat, akan tetapi Basket jauh lebih populer mengangkangi sepakbola yang di AS prestasinya tak begitu mendunia ketimbang Basket. 

Bila Indonesia sudah stagnan dalam mencoba beragama metode dalam mengembangkan prestasi sepakbolanya, kenapa Indonesia tidak mencoba beberapa cabang lain dalam memolerkan olahraga di Indonesia yang lebih optimal.
on Sabtu, 07 Januari 2012
Google
Dalam pengertian secara filosofis, hukum dapat dikatakan sebagai sebuah tatanan sosial. hal tersebut dinyatakan secara afirmatif oleh Roscoe Pound yang mengatakan bahwa "Law as a social tool and social engineering". hukum dapat dimanifestasikan sebagai sebuah tatanan sosial yang menata ketertiban sosial sebagaimana dalam pandangan ideologis tentang sebuah tugas hukum yang hakiki. 

Kemudian, seiring dengan perkembangan zaman hukum kemudian memoderasi nilai-nilainya sebagai sebuah disiplin ilmu. ilmuwan hukum mencoba menggali entitas hukum menjadi sebuah disiplin ilmu. hukum pun berkembang tak hanya sebatas tatanan sosial yang bersifat natural kemudian berkembang dan berbentuk formal. 

Dalam pengertian sederhana ala semiotika hukum, bentuk formal hukum membutuhkan interpretasi. secara teoretik, interpretasi yuridis atas legal formal hukum menjadi begitu banyak. ada interpretasi sistematis, historis, dll. bahkan, dalam pengertian yang lebih filsafat, interpretasi dapat menggunakan metode yang lama digunakan dalam menginterpretasi kitab suci pada zaman romawi silam, yakni Hermenutika. dalam pengertian yang dogmatis Alquran, hermeneutika hukum diartikan sebagai At-Ta'wil dan At-Tafsir

Dalam sistematika pengantar ilmu hukum yang diajarkan ketika mahasiswa hukum baru mengenal hukum, diklasifikasikanlah dalam tiga bentuk. (i) Ilmu tentang kaedah, (ii) ilmu tentang pengertian, (iii) ilmu tentang kenyataan. dalam pemahaman tentang kaedah, terdapat empat jenis kaedah yang dapat mendorong tugas dan tujuan hukum yakni sebagai pengawal ketertiban umum dan menjamin kepastian hukum. yakni, (i) kaedah sosial, (ii) kaedah kesusilaan umum, (iii) kaedah agama, (iv) kaedah hukum.

"Law as a social tool and social engineering"

Selain itu, pemahaman yang konvergen terhadap pengertian hukum bermula dari apa itu subyek hukum, peristiwa hukum, masyarakat hukum, objek hukum dsb. semua itu bertujuan untuk mengklasifikasikan apa-apa yang menjadi identifikasi tugas ilmu hukum. 

Kendati demikian, kajian akademis mengenai ilmu hukum menjadi tidak berguna bila dalam konstelasi implementasi hukum terjadi ketidak sesuaian (Rechtnmatigheid). terkait dengan beberapa persitiwa hukum yang baru-baru ini santer terdengar, persoalan hukum negeri makin mengiris rasa kepercayaan hukum masyarakat terhadap actus humanus

Sekedar merefleksi, das sollen memang tak selalu berbarengan dengan das sein. kendati demikian, pengertian secara ideologis tentang hukum itu makin direduksi dengan disintegritas penegak hukum yang makin buruk. melihat beberapa kasus terakhir yang terkait dengan hukum seperti pencurian sendal, biji kakao ataupun yang lain adalah bentuk ketidak relevanan infrastruktur hukum seperti KUHP, dan Fakultas Hukum dalam mencetak pembela dan penegak hukum yang berintegritas.

Semenjak UU No 1 Tahun 1946 diterbitkan sebagai suksesi pelaksanaan KUHP (Kitab UU Hukum Pidana) di Indonesia marak terjadi ketidak sesuaian dengan rasa keadilan masyarakat. banyak sekali vonis-vonis yang dijatuhkan hakim kepada masyarakat yang mencederai rasa keadilan masyarakat. 

Sejatinya, hakim itu memutus perkara yang dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) harus memperhatikan aspek filosofis dan sosiologis yang berbarengan dengan aspek yuridis sebagai kajian normatif terhadap perkara. bahkan, teori ilmu hukum jelas memberikan alternatif putusan hakim yang tak hanya sekedar menjadi corong undang-undang (legisme) dapat bertransformasi menjadi aliran bebas (Freirechtslehre) atau bahkan dapat menemukan hukum (Rechtsvinding) dan dapat pula memperluas dan mempersempit hukum. seolah, mendengar kasus yang terjadi baru-baru ini mengenai pencurian sandal membuat mata kita (sebagai orang yang belajar dan sedikit mengerti tentang hukum) menjadi terbelalak lantaran begitu peliknya memutus perkara kecil yang tidak sesuai dengan tujuan (doelmatigheid). 

Padahal, filosofinya hukum itu harus menjamin kepastian, keadilan dan kebermanfaatan. perlu diingat bahwa pemidanaan tersebut harus memenuhi unsur-unsur tindak pidana afirmasi atas apa yang telah dirumuskan oleh Prof. E. Simmons yaitu, (i) Tindakan Manusia (Man's handelingen), (ii) Diatur dalam UU, (iii) Kemampuan Bertanggung Jawab (Toerekeningsvatbar), (iv) adanya unsur kesalahan (Schuld), (v) melawan hukum (Onrechtmatig). kesemuanya itu diramu menjadi satu rumusan formula agar vonis hakim terhadap pelaku tindak pidana benar-benar bermanfaat dan memenuhi rasa keadilan masyarakat.

Follow by Email