Menyelami Lentera Jiwa Lewat Kick Andy

on Minggu, 27 November 2011



Menyeka keringat beberapa saat pasca berdesak-desakan menuju pintu masuk yang luasnya hanya 1x2 Meter. Belum lagi ditambah tumpah ruahnya mahasiswa yang antusias menyaksikan hiburan berkelas di Unsri. kegamangan tersebut membuncah dengan kehadiran sosok pria dengan balutan topi hitam plus polo shirt senada dengan logo sepatu merah menjulang keatas disamping kanan muncul dibalik bahu peserta khas dengan kumis tebal dan senyum sumringah yang mampir menyapa audiens yang berjumlah 3000-an mahasiswa tersebut. Andy F Noya, host talk show terkenal di Metro TV, Kick Andy singgah di Unsri kampus Indralaya dalam rangka acara off air Kick Andy yang ditenggarai sebagai aksi ulang tahun Metro TV yang ke-11.

Menghadirkan dua narasumber inspiratif, Iwan Setyawan dan Wahyu Aditya Kick Andy versi citizenship ini tetap atraktif sekalipun riuh suara yang menggaduhi auditroum Unsri Indralaya menggema. disela-sela tugasnya menjadi “tukang tanya” dalam acara tersebut tampak kekhasan Andy F Noya yang kelahiran Papua ini mampu mengocok perut audiens dengan banyolan yang ia kreasikan sendiri. berbekal pengalaman sehari-hari, ia mampu membuat sebuah peristiwa hidup yang biasa-biasa saja menjadi satu bentuk kelucuan yang mampu mengundang tawa. Terang saja, Andy F Noya kenyang pengalaman. Hidup susah semasa kecil mampu menginspirasi dirinya sendiri hingga berkiprah di ranah jurnalistik sebagai pemimpin redaksi Metro TV dan Media Indonesia.

Bercerita tentang pengalaman hidupnya, Andy F Noya yang dilahirkan dari kelaurga sederhana tidak main-main dengan pencapaian yang ia rengkuh hingga saat ini. tekadnya untuk melanjutkan sekolah di Jakarta tak berbuah manis seperti yang diharapkan. Mengawali jenjang pendidikan di sekolah teknik (ST) setingkat SMP di Jakarta, pendidikan ia lanjutkan ditingkat STM. Namun, seperti diungkapkanya kepada audiens Andy sempat mengalami dilemma ketika menghadapi realita hidup yang berada dipersimpangan jalan. Antara realitas dan semuitas. Ikut alur atau menelusuri lentera jiwa. Hobinya yang cenderung ke dunia sastra semasa mengenyam pendidikan di STM membuat ia benar-benar menghadapi dilemma yang sangat kentara. Lagi-lagi untung, pasca menyelesaikan STM ia mendapatkan kans untuk melanjutkan di perguruan tinggi di Sekolah Publisistik. Bak habis gelap terbitlah terang mahakarya Raden Ajeng Kartini, Andy F Noya menemukan jalannya. Persolan dana yang sofestikatif membuat ia menyelesaikan studinya lebih awal alias drop out.

Bermuara dari sekelumit polemic yang mewarnai hidupnya, ditabuhlah gendering acara off air Kick Andy di Unsri ini dengan mengusung tema “Lentera Jiwa”. Sebuah tema yang mengundang pesona inspiratif bagi pendengarnya agar dapat memilih jalur hidup yang hakiki ketimbang memilih alur hidup yang senada seperti kebanyakan orang.

Sedikit bercerita, pemilihan tema lentera jiwa ini dimaksudkan bagi kawula muda agar dapat memilih jalan hidupnya dengan penghitungan matang. Tidak hanya sekedar “ikut-ikutan” atau karena teman dan lain sebagainya. Melainkan, pilihan hidup yang harus ditentukan harus sesuai dengan sanubari yang tertanam dalam kalbu.

Tak ayal, hal ini menggugah Iwan Setyawan. Melakoni pekerjaan lama di negeri Paman Sam membuatnya geram dan ingin kembali ke negeri tempat ia dimana dilahirkan. Pria alumnus Institut Teknologi Bandung bahkan melontarkan satu perangai yang membuat ia sangat apresiatif dengan pemuda yang kreatif dalam membangun bangsa. Terlahir dari sebuah keluarga kecil yang sederhana, Iwan Setyawan bertekad untuk menjadi lebih baik dari sang Bapak yang kala itu masih banting tulang dengan mobil angkot setia yang menemani saban hari mencari nafkah.

                Iwan Setyawan lantas menemukan lentera jiwanya dan berkarir dengan matang di negeri John F Kennedy tersebut. namun, hal tersebut tetap tak membuatnya bangga dan puas hati. Ia tetap mawas diri dan menyatakan keinginanya yang kuat untuk kembali ke tanah air. Rasa rindu yang mendalam dan kecintaanya terhadap Indonesia ia putuskan, setelah Sembilan tahun mengais rezeki ditanah orang, ia kembali ke Indonesia.

                Di Indonesia ia tak henti-hentinya memberikan motivasi kepada kawula muda yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan bangsa untuk terus kreatif dan memilih pilihan hidup sesuai dengan lentera jiwa yang tertanam dalam sanubari. Tak pelak, kegiatan off air Kick Andy di Unsri ini pun adalah rangkaian panjang komitmen dirinya untuk terus berbagi pengalaman kepada generasi muda.

                Tak hanya itu, tokoh muda yang penuh inspirasi turut pula dihadirkan dalam pagelaran akbar yang dihelat atas kerja sama pihak Metro TV dan BEM Unsri ini. penampilan nyentrik lengkap dengan kostum kospley ala Star Wars sempat mencuri perhatian dengan mengundang tawa 4000-an audiens yang memadati auditorium Unsri Indralaya. Tak ayal, rasa penasaran siapa sosok dibalik kostum aneh yang datang menyapa ribuan audiens tersebut melintas. Dialah, Wahyu Aditya animator muda yang lama malang melintang dalam dunia desain grafis nasional. Bergelut dengan dunia animasi mampu membuatnya keliling dunia. Hanya bermodalkan sebuah pensil dan selembar kertas mampu ia sulap menjadi karya spektakuler yang mengundang decak kagum bagi setiap insan yang melihatnya.
               
                Sempat pula ia presentasikan beberapa karyanya yang telah mendapat respons positif dari berbagai instansi ini. berkat bakat dan kemampuannya, sejumlah instansi pemerintahan bahkan menggunakan jasanya dalam mendesain logo futuristik nan elegan bagi penggunanya. Satu lagi, sosok muda kreatif yang dapat dijadikan panutan. Semua itu dilakukan lantaran dirinya mengikuti lentera jiwanya yang memang kental dengan dunia animasi. Bergelut didunia yang dijadikan sebagai sumber mata pencaharian utama memang tak banyak dijamah oleh kebanyakan orang. Tekad dirinya untuk ‘berbeda’ dari kebanyakan orang membawanya hingga kesuksesan yang ia dapat sekarang ini. bahkan, bermula dari kesenangan semata kemudian digeluti secara serius, Wadit begitu ia kerap disapa mendirikan sekolah animasi bagi peminat yang ingin mendalami dunia animasi.

                Kendati meski terhalang oleh instalator listrik auditorium yang sudah termakan zaman, tetap tak mengurangi antusias mahasiswa untuk tetap serius duduk dibangku masing-masing mendengarkan pengalaman inspiratif yang kedua narasumber sampaikan. selepas paparan yang disampaikan oleh kedua narasumber berikan, Andy F Noya yang memang ditunggu-tunggu oleh mahasiswa sejak awal langsung dikerubuti sembari curi-curi foto berdua dengan sang bintang. Penta Boyz grup akapela menutup manis pagelaran inspiratif dengan dendang lagu diiringi dengan instrument suara mulut alias akapela. Kejarlah lentera jiwamu.

0 comments:

Follow by Email