Aklamasi dan Bahana Menolak Gabung KPMS

on Sabtu, 29 Oktober 2011
Bandar Lampung-Media Sriwijaya
Berselang beberapa hari semenjak perhelatan perdana PMWS 2011, Unila rangkai gagasan dalam membentuk aliansi pers mahasiswa. diawali dengan diskusi persma pertama yang dilangsungkan pada minggu (16/10) malam, Unila mencoba mengurai konsep dalam memersatukan persma se-Sumatera.
Namun, niatan baik Teknokra Unila yang dikemas satu paket dalam even pelatihan manajemen web se-Sumatera tersebut ditanggapi beragama oleh peserta. Hampir kesemua peserta sebetulnya menyatakan setuju untuk bergabung dalam sebuah wadah pemersatu persma se-Sumatera. Namun, Yosa (AklamasI) menyatakan ketidak sanggupan dirinya untuk turut bergabung dalam wadah pemersatu persma se-Sumatera lantaran dirinya mengakui bahwa ia tidak mempunyai wewenang dalam mengambil keputusan dan sikap. Selain itu, dirinya juga berkeberatan bilamana kegiatan PMWS 2011 ini dirangkai dalam satu agenda dengan pembentukan wadah pemersatu persma. “kami setuju gabung ini (APM, red) namun tidak untuk sekarang.”ujarnya disela-sela diskusi
Tak hanya itu, Yosa turut pula menyatakan sikap bahwa Fopersma (Forum Pers Mahasiswa) adalah badan tertinggi aliansi pers mahasiswa di Riau. Sebagai bagian didalamnya, dirinya sangat tidak berhak untuk mengambil sikap dalam menentukan bergabungnya Aklamasi dalam wadah pemersatu persma se-Sumatera. Senada dengan Yosa, Hidayat utusan dari LPM Bahana Mahasiswa Universitas Riau turut pula menyatakan sikap untuk tidak bergabung dengan wadah pemersatu pers mahasiswa. pihak tuan rumah (Teknokra Unila, red) telah memberika tenggat waktu selama dua hari bagi kedua utusan persma asal Riau tersebut untuk mengonfirmasi Pemimpin Umum (Pemum) masing-masing. Namun, berdasarkan pengakuan dari keduanya pada saat diskusi, keduanya tetap menolak untuk bergabung dengan wadah pemersatu pers mahasiswa se-Sumatera. Mereka beralasan, wadah pemersatu pers mahasiswa se-Sumatera ini harus dibahas secara terpisah dengan even PMWS.
Berbeda dengan tuan rumah, Teknokra menyatakan bahwa ketidak ikut sertaan keduanya bukan menjadi batu sandungan bagi wadah pemersatu persma kedepannya. Produk yang dihasilkan berupa portal web bagi wadah pemersatu persma se-Sumatera ini sangat terbuka bagi lembaga persma Sumatera manapun yang menyatakan sikap untuk turut bergabung.
Berdasarkan hasil kesepakatan diskusi hari terakhir Kamis (20/10) malam, tercapailah konsesi berupa pemilihan nama bagi wadah pemersatu persma se-Sumatera. Ada lima nama yang dijadikan sebagai rujukan peserta diskusi dalam memilih nama terbaik bagi insan persma se-Sumatera. Usulan yang diajukan Rahman utusan dari Media Sriwijaya mendapatkan persentase tertinggi dengan Sembilan suara dengan nama Komunitas Pers Mahasiswa Sumatera (KPMS). Disusul PPMS(Perhimpunan Persma Sumatera), APMS (Aliansi Persma Sumatera) dengan tiga suara dan Hipermatra (Himpunan Persma Sumatera) serta NPMS (Nongkrong Persma Sumatera) masing-masing satu suara.
Selain itu, ditetapkan pula koordinator web portal KPMS atas nama Kairul Mubarak dari LPM Detak Universitas Syiah Kuala, Aceh. Tak kurang, 16 perwakilan dari masing-masing LPM ikut menandatangani deklarasi pembentukan KPMS. Adapun 16 perwakilan LPM yang menanda tangani deklarasi tersebut, Teguh Suprayitno (LPM Patriotik Unbari), Khairul Mubarak (LPM Detak Unsyiah), Rafina (Persma Kreatif Unimed), Tian (LPM Teropong UMSU), Rendi Hariwijaya (LPM Media Sriwijaya FH Unsri), Jefry Rajif (SKK Ganto UNP), Janhari (LPM Gelora Sriwijaya Unsri), Yogi (LPM UMP), Suparmanto (LPM Ukhuwah IAIN Raden Fatah), Endri (UKM Pers Sukma Polinela), Sugiyanto (Kronika STAIN Ruwa Jurai), Yunia (LPM Trotoar Unja), dan Arjuna (Suara Kampus IAIN Imam Bonjol Padang).
Dengan dibentuknya KPMS, dua peserta asal Bahana dan Aklamasi tetap konsisten dengan pernyataannya untuk tidak turut bergabung. (Rendi)

0 comments:

Follow by Email