SOLUSI TRANSPORTASI (MASIHKAH) TRANSMUSI

on Minggu, 30 Oktober 2011
Semenjak pemerintah kota Palembang menggulirkan proyek Bus Rapid Transit (BRT) Transmusi di Kota Pempek, sedikit banyak telah mengubah citra dunia transportasi Palembang. betapa tidak, secara fisik moda transportasi ini bisa dikatakan yang paling modern nan canggih yang lalu lalang di jalanan kota Palembang. bentuknya yang dinamis plus didukung dengan fasilitas yang mampu menambah kenyamanan warga dalam menggunakan transportasi publik.;sebut saja, ketersediaan AC (Air Conditioner), kursi penumpang yang representatif (cukup manusiawi), dan masih banyak lagi.

Membawa Perubahan
program yang berafiliasikan BRT Transjakarta atau yang lebih dikenal dengan Busway ini terang saja sedikit membawa perubahan kondisi per-transportasian kota Palembang. betapa tidak, kondisi angkutan publik kota Palembang sebelum Transmusi dihadirkan begitu memperihatnkan. ambil contoh ; Bus Kota dan Angkutan Kota (Angkot). Di Palembang, trayek Bus Kota dibagi kedalam beberapa lajur. 
(i) Perumnas-Kertapati, Perumnas-Plaju (Pulag-pergi) dari sekitar 30-an Bus Kota yang beroperasi di Trayek ini, hanya sedikit saja Bus Kota yang dikategorikan layak pakai. kebanyakan dari Bus Kota yang beroperasi di trayek ini sudah melewati waktu operasional yang ditentukan. selain itu, kondisi fisiknya yang kurang layak ditambah lagi dengan perilaku sopir yang buruk semakin nyata mendeskripsikan betapa kondisi Transportasi Palembang ini cukup memperihatinkan.
(ii) Alang-alang Lebar-Plaju, Alang-alang Lebar-Kertapati, untuk trayek yang satu ini mungkin bisa dikatakan yang terbaik dari 4 trayek besar perngoperasian angkutan publik di Kota Palembang. secara fisik, kondisi Bus untuk trayek ini jauh lebih baik dari trayek-trayek lainnya.
(iii) Pusri-Plaju, Pusri-Kertapati. kedua trayek yang identik dengan bus kota berwarna merah ini bisa dikatakan cukup parah. betapa tidak, kondisnya nyaris sama dengan trayek dari arah perumnas. kondisi fisik, wallahualam. teman-teman bisa lihat sendiri di lapangan.
(iv) dan yang terakhir trayek Bukit Besar-Ampera. trayek ini bisa dikatakan yang paling memperihatinkan diantara trayek-trayek lainnya. kondis fisik bus yang berwarna bru ini sungguh miris. kaca-kaca pecah, tempat duduk yang tidak manusiawi, serta perilaku sopirt yang ugal-ugalan menambah catatan panjang carut marut kondisi transportasi kota Palembang.
Berjajar : Pengadaan Unit Bus Transmusi
lantas, untuk memecah plemik mengenai angkutan publik yang nyaman dan aman, pemkot Palembang merencanakan untuk membuat moda transportasi baru yang dicontek dari BRT Transjakarta. tak pelak, ratusan milyar dana digelontorkan untuk membangun shelter pemberhetian Transmusi disepanjang jalan protokol kota Palembang plus pengadaan unit bus yang diproduksi oleh pabrikan mobil asal Korea Selatan,  Hyundai. hingga saat ini, sudah tiga koridor BRT Transmusi yang dibangun di Bumi Sriwijaya. Koridor I, Alang-alang Lebar-Ampera. Koridor II, Sako-PIM, dan Koridor III PS-Plaju. walhasil, data jumlah bus yang berhasil dihimpun dari berbagai sumber ini, berjumlah sekitaran 50-an unit Bus.
lalu, sudah cukupkah nominal-nominal diatas mampu memecah masalah transportasi kota Palembang?

Inkonsistensi Penjadwalan

Sudah hampir satu tahun lebih usia BRT Transmusi hadir di kota Palembang. namun, ada saja kritikan yang datang dari segenap warga yang menyayangkan optimalisasi BRT Transmusi. ambil contoh, visi Transmusi yang ingin menjadi moda angkutan publik yang nyaman dan aman tampaknya perlu dikaji ulang oleh Pemkot selaku penanggung jawab dari proyek ini. betapa tidak, tidak tersistematisasinya penjadwalan keberangkatan BRT Transmusi membuat penumpang yang hendak menggunakan Transmusi terpaksa mengurungkan niatnya lantaran interval waktu antara satu bus dengan bus lainnya tidak menentu. kemudian, problem transportasi Palembang ini seringkali mengalami kerusakan. contohnya saja, pintu otomoatis (Automatic Door) yang menjadi ciri khas Transmusi sering mengalami kemacetan. selain itu, pengalaman pribadi penulis yang baru saja dialami tatkala menaiki moda transportasi Transmusi (Selasa, (3/5) 2011) adalah pendingin ruangan (AC) yang digunakan didalam Transmusi rusak. terbayang, begitu pengapnya suasana dalam Transmusi kala itu yang lembab disertai cuaca panas yang menyengat plus ramainya penumpang yang menyesaki space Transmusi.



namun, tetap saja. Transmusi adalah primadona transportasi kota Palembang. betapa tidak, saban hari hampir puluhan ribu penumpang menggantungkan diri pada moda transportasi yang satu ini. ada yang menggunakannya sebagai akses untuk menuju tempat kerja, sekolah ataupun kuliah. bahkan, ada pula yang menggunakannya hanya sekedar berkeliling menikmati kota Palembamg. tak ayal, keuntungan yang dihasilkan dari Transmusi diperkirakan menyentuh angka 25 Juta rupiah per-hari. tidak heran bila mendengar torehan fantastis dari moda transportasi yang terbilng cukup muda. semenjak awal kehadirannya, transportasi satu ini memang didamba-dambakan oleh banyak kalangan. Eddy Santana, Walikota Palembang pun pernah mencba secara langsung menaiki moda transportasi ini tanpa exposure media dan pengawalnya. dengan bebas, Ia menaiki transmusi layaknya penumpang biasa lainnya. dharapkan kedepannya, pihak terkait yang bertanggung jawab atas proyek ini mampu memperbaiki kekurangan-kekurangan yang saat ini dialami. semoga kedepan, transportasi ini bisa menjadi transportasi yang futuristik, modern, canggih, aman dan nyaman. (Selasa (3/5) 2011 Pukul 20.45 WIB)

0 comments:

Follow by Email